prnusambongdukuh@gmail.com 085101983375/081330893547
Ritme Kepedulian dan Solidaritas dari Sambongdukuh: Kekompakan 90 % Tim Fundraising Dorong Transparansi dan Evaluasi Gerakan Koin NU
Kegiatan 03 Mei 2026 Administrator NU 64 dibaca

Ritme Kepedulian dan Solidaritas dari Sambongdukuh: Kekompakan 90 % Tim Fundraising Dorong Transparansi dan Evaluasi Gerakan Koin NU

Ahad pagi, 3 Mei 2036, menjadi momen penting bagi keluarga besar NU Care LAZISNU PRNU Sambongdukuh. Di tengah suasana yang sederhana namun sarat makna, pertemuan rutin awal bulan kembali digelar sebagai bagian dari komitmen menjaga amanah sosial sekaligus memperkuat gerakan koin NU di tengah masyarakat.

Pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap pekan pertama ini dihadiri sekitar 16 hingga 17 anggota fundraising dari total 19 orang yang terdaftar. Dua anggota lainnya berhalangan hadir karena tengah menjalankan ziarah waliyullah serta menghadiri hajatan keluarga. Meski demikian, tingkat kehadiran yang mencapai 90 persen mencerminkan kekompakan dan dedikasi tinggi para relawan dalam menjalankan tugasnya.

Dalam forum tersebut, masing-masing fundraising menyampaikan laporan pengelolaan kaleng koin NU yang mereka distribusikan di lingkungan warga Sambongdukuh. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan penuh tanggung jawab, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola kepercayaan masyarakat.

Tidak hanya dihadiri tim fundraising, pertemuan ini juga diikuti oleh jajaran pengurus harian NU Care LAZISNU PRNU Sambongdukuh. Hadir di antaranya Bendahara LAZISNU, Ustadz Nanang Nur Rohman, Sekretaris Ustadz H. Ahmad Mu'tashim Billah, serta Ustadz Shohibul Kirom selaku Koordinator Lapangan Santunan Takziyah. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi sekaligus memperkuat koordinasi internal.

Pengawasan langsung dari jajaran PRNU Sambongdukuh turut memberi warna tersendiri dalam pertemuan kali ini. Rois Syuriyah, Kyai Moch. Choirul Anwar, bersama Ketua Tanfidziyah H. Muhammad Dzulkhoiri hadir untuk memastikan jalannya program tetap berada pada jalur yang tepat.

Dalam sesi evaluasi, PRNU menanyakan berbagai hambatan yang dihadapi selama sebulan terakhir. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Nanang Nur Rohman mengungkapkan bahwa ketidakkonsistenan waktu kehadiran menjadi salah satu kendala utama. “Jam kehadiran yang sering molor berdampak pada tertundanya pengumpulan koin kaleng kemandirian NU Care LAZISNU,” ujarnya jujur.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua Tanfidziyah H. Muhammad Dzulkhoiri dengan tegas menyampaikan langkah tindak lanjut. Ia mengusulkan agar segera digelar rapat koordinasi lengkap antara PRNU dan seluruh badan otonom (Banom) NU di Sambongdukuh guna mencari solusi bersama. “Baik, segera kita agendakan,” tandasnya singkat namun penuh makna.

Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan ruang refleksi dan penguatan gerakan sosial berbasis kepercayaan. Dari Sambongdukuh, semangat gotong royong terus dijaga—membuktikan bahwa langkah kecil dari kaleng-kaleng koin mampu menghadirkan dampak besar bagi kesejahteraan umat.

Komentar (0)

Tulis Komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tayang.