Sambongdukuh — Waktu berjalan pelan, namun pasti, mengiringi langkah khidmat warga Nahdlatul Ulama di ranting Sambongdukuh. Di tengah suasana yang hangat dan penuh doa, terselip sebuah momen istimewa: Sugeng Ambal Warsa bagi Rois Syuriah PRNU Sambongdukuh masa khidmat 2026–2031, Kyai Moch Choirul Anwar.
Ucapan selamat ulang tahun bukan sekadar seremonial. Ia menjelma menjadi doa yang mengalir lirih, menyatu dalam harapan panjang akan keberkahan usia, kekuatan dalam memimpin, serta keteguhan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sosok Kyai Choirul Anwar dikenal sebagai pribadi yang teduh—mengayomi, membimbing, sekaligus menjadi lentera bagi umat di lingkungannya.
Dalam setiap langkah kepemimpinannya, beliau tidak hanya hadir sebagai figur struktural, tetapi juga sebagai penjaga ruh kebersamaan. Dari majelis ke majelis, dari doa ke doa, semangat khidmat itu terus tumbuh, mengakar kuat dalam denyut kehidupan warga NU Sambongdukuh.
Sugeng ambal warsa ini menjadi pengingat bahwa usia bukan sekadar hitungan tahun, melainkan perjalanan pengabdian. Setiap detiknya adalah kesempatan untuk menanam kebaikan, memupuk persatuan, dan merawat tradisi yang telah diwariskan para ulama.
Di bawah langit Sambongdukuh yang bersahaja, doa-doa pun dipanjatkan: semoga Kyai Moch Choirul Anwar senantiasa diberikan kesehatan, panjang umur yang barokah, serta istiqamah dalam membimbing umat.
Sebab di tangan para kiai, waktu bukan hanya berlalu—ia dirawat, dijaga, dan disulap menjadi cahaya bagi generasi yang akan datang