Suasana malam di Musholla Darun Najah, Sambongdukuh, Jombang, terasa berbeda pada Jumat Pon malam Sabtu Wage, 1 Mei 2026. Bertepatan dengan peringatan May Day jelang hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, lantunan sholawat menggema syahdu, menyatu dengan semangat kebersamaan dalam gelaran Kombinasi MWC ISHARI NU Kabupaten Jombang wilayah barat.
Acara ini menjadi titik temu lima anak cabang (Ancab)—Tembelang, Jombang Kota, Megaluh, Perak, dan Bandarkedungmulyo—yang menghadirkan sekitar 150 jamaah. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk bershalawat, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta merawat tradisi keagamaan khas Nahdlatul Ulama.
Sejumlah tokoh penting turut hadir memberi dukungan penuh. Di antaranya Pimpinan Cabang Jombang, Bapak Kyai Fathur Rohman, bersama KH. Sholihan Ma’ruf dan H. Rizal Jauhari bin Mahmud. Hadir pula jajaran syuriyah dan tanfidziyah, seperti Rois Syuriyah KH. Moch. Choirul Anwar, Wakil Rois Yai Supandi, serta Ketua Tanfidziyah H. Muhammad Dzlkhoiri. Kehadiran mereka menambah khidmat sekaligus suport semangat jalannya acara.
Ketua Ranting ISHARI Sambongdukuh, Nanang Nur Rohman, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kombinasi ini bukan hanya ajang rutin, melainkan momentum penting dalam membangun kaderisasi generasi muda dan mempererat tali persaudaraan antarjamaah.
Di tengah alunan rebana dan sholawat, sosok H. Misbahul Munir—pembina ISHARI ranting setempat—menjadi perhatian tersendiri. Ia dikenal sebagai penulis kitab sholawat Roudlotul Jannah, yang ditulis tangan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kitab tersebut kini menjadi salah satu rujukan penting dalam amaliah ISHARI, berdampingan dengan kitab Diwan Hadroh dari Pasuruan yang juga sering diintegrasikan dalam praktiknya. Yang mulai dipakai kepemimpinan KH. Sulhan ( ( Orang Tua H. Ahmad Daniel Ketua PAC GP Ansor Jomkot dan juga Wakil Sekretaris PRNU Sambongdukuh )
Kehadiran tokoh-tokoh agama, termasuk Ustadz Shohibul Kirom dan para sesepuh, semakin menghidupkan suasana. Dentuman terbang ISHARI dan lantunan sholawat yang menderu seakan membawa nostalgia, membangkitkan semangat lama para sesepuh hingga terasa kembali muda.
Dalam sambutannya, Kyai Fatkhur menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi ke depan. Ia menyampaikan bahwa program tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam forum muskercab dan muskerwil, termasuk penyusunan LKS sebagai panduan pembinaan generasi penerus dan kerjasama dengan Lembaga Ma'arif NU PCNU Jombang Jatim.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan hingga menjelang tengah malam. Sekitar pukul 23.30 WIB, kegiatan ditutup dengan pembacaan mahalul qiyam dan doa sholawat oleh majelis hadi bersama jamaah ISHARI yang mendapat giliran tampil terakhir.
Malam itu, bukan sekadar pertemuan rutin. Ia menjadi ruang spiritual, tempat tradisi, sejarah, dan harapan masa depan berpadu dalam harmoni sholawat yang menggetarkan hati.